Nishab Zakat Pertanian

Petani Sedang Panen Hasil Pertanian.

Zakat pertanian merupakan salah satu Zakat Mal yang wajib ditunaikan apabila telah mencapai nishab. Masyarakat Aceh umumnya menanam padi sebagai bahan pokok makanan. Maka dari itu ada ketentuan yang bersifat menyeluruh berkaitan dengan zakat pertanian.

Dalam Qanun no 10 tahun 2007 pasal 19 ayat 1c disebutkan bahwa “hasil pertanian dan perkebunan yang telah mencapai nishab 5 wasaq (seukuran 6 gunca padi = 1.200 Kg padi), wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 5 % untuk setiap panen yang diolah secara intensif dan 10 % untuk setiap panen yang diolah secara tradisional”
Apabila kita mencontohkan seorang petani memiliki hasil panen 6 gunca padi atau 1.200 Kg dengan harga perkilo Rp. 5.000 dan diolah secara intensif maka zakatnya adalah 1.200 Kg x Rp. 5.000 = Rp. 6.000.000. (5 % dari Rp.6.000.000 adalah Rp.300.000) maka zakatnya adalah Rp. 300.000.

Apabila diolah secara tradisional maka zakat dari penghasilan Rp. 6.000.000 (10 % dari Rp.6.000.000 adalah Rp.600.000) maka zakatnya adalah Rp. 600.000. Zakat yang ditunaikan oleh petani harus menjadi pendorong bagi muzakki non petani karena selisih kewajiban zakat berbeda. —syawal—