Zakat Mal dan Keberkahan Harta bersama Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh

Kepala Baitul Mal Kota banda Aceh Safwani Zainun, S.Pd.I, Menjadi narasumber pada talkshow interaktif di Radio Rumoh PMI

Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh Safwani Zainun, S.Pd.I, menjelaskan zakat mal merupakan semua pendapatan harta kekayaan yang dimiliki oleh umat islam yang diperoleh dengan cara yang halal yang apabila sudah memenuhi persyaratannya wajib dikeluarkan zakatnya. Hal ini diutarakan dalam talkshow yang berlangsung di Radio Rumoh PMI. Dalam kesempatan tersebut pria yang disapa Tgk. Safwani Zainun ini hadir menjadi narasumber dalam Talkshow interaktif yang bertemakan “Zakat Mal dan Keberkahan Harta”.

Talkshow ini berlangsung rabu, 7 November 2018 dari pul 11.00 wib sampai dengan 12.00 wib yang dipandu oleh host Lia. Selama satu jam acara berlangsung beragam pertanyaan dan komentar berhasil masuk melalui nomor telpon interaktif maupun via nomor aplikasi whatsapp, diantaranya Reza di blower menanyakan, “kenapa di Indonesia Zakat kurang mendapat perhatian ketimbang haji, karena yang saya liat di televisi maupun media lebih sering mempromosikan haji?” . Menanggapi pertanyaan ini Tgk. Safwani Zainun menyebutkan adanya kealpaan dan tanggung jawab pemerintah serta ummat islam terhadap persolan ini. “hari ini potensi zakat besar sekali, ratusan triliun kalau potensi secara nasional, kalau aceh 1,4 T potensi zakat kita, tapi yang berhasil kita pungut hanya sekitar 400 Miliar di aceh dari 1,4 T” ungkap Safwani Zainun. Menurutnya masih banyak sekali harta agama yang berserakan dan masih diperlukan peran aktif  pemerintah yang lebih baik lagi.

Pada akhir sesi talkshow kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat nya melalui Lembaga Amil Resmi milik Pemerintah yaitu Baitul Mal Kota Banda Aceh dengan berbagai kemudahan yang diberikan seperti layanan konsultasi dan layanan jemput zakat yang siap kapan pun, disamping itu untuk tahun 2018 Baitul Mal Kota Banda Aceh juga sudah menerapkan aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Baznas) untuk kemudahan muzakki. Sehingga zakat yang terkumpul lebih efektif digunakan sesuai kebutuhan mustahiq. (KamaL)