Memasuki Ramadhan, Tingkatkan Penerimaan Zakat Perdagangan

Suasana Pertokoan yang Padat Jelang Ramadhan Sepanjang Jalan Tgk Chik Pante Kulu Gampong Baro Kec. Baiturrahman (Foto diambil 5 Mei 2019)

Bulan Ramadhan umumnya masyarakat yang memiliki usaha seperti pertokoan, Perhotelan , Jasa atau kedai kopi akan menyetorkan zakatnya. Ini menjadi kebiasaan masyarakat khusunya warga Kota Banda Aceh. Sebagai ibu kota provinsi Banda memiliki unit bisnis terbanyak dibandingkan dengan daerah lain, tidak berlebihan apabila kemudian potensi zakat dari sektor ini juga besar.

Koordinator Penyuluh Zakat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Azhari, SHI  menjelaskan zakat perdagangan yang ada dalam wilayah Kota Banda Aceh Memiliki Potensi cukup besar Namun disayangkan tidak semua pedagang menyetorkan zakatnya kepada lembaga resmi,

“Masyarakat kita terbiasa dengan meyetor zakat ke kampung halaman secara komsumtif, padahal konsep seperti ini akan membuat mustahiq (penerima zakat) tidak akan berkembang” Tegas Azhari, SHI

Azhari juga menjelaskan zakat perdagangan akan mulai disetorkan oleh muzakki (wajib zakat) biasanya menjelang akhir Ramadhan atau mendekati Hari Raya. “ Menjelang akhir Ramadhan pedagang mulai menghubungi kita untuk menghitug jumlah zakat yang akan mareka tunaikan” Tambah Azhari, SHI diruang kerjanya.

Diharapakan kepada para pedagang yang melakukan kegiatan ushanya dalam wilayah Kota Banda Aceh dapat menunaikan zakat terhadap hasil usahanya kepada Baitul Kota Banda Aceh agar dikelola secara profesional dan berkembang untuk merubah kehidupan masyarakat fakir miskin. Penyuluh dan pengumpul zakat Baitul Mal Kota Banda Aceh juga siap dipanggil ketempat untuk menghitung zakat dari berbagai potensi yang ada. Tahun 2018 jumlah zakat perdagangan yang disetorkan melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh mencapai Rp. 2,3 M dan telah dikelolasecara optimal guna meningkatkan taraf hidup mustahiq—syawal–