Zakat Peternakan

Zakat Peternakan

Syarat-syarat Zakat Hasil Peternakan adalah:

  1. Sampai Nishab, yaitu mencapai jumlah minimal tertentu yang ditetapkan hukum syara, yaitu 5 ekor untuk unta, 30 ekor untuk sapi dan 40 ekor untuk kambing/domba
  2. Telah dimiliki satu tahun. Menghitung masa satu tahun anak-anak berdasarkan masa satu tahun induknya
  3. Digembalakan, maksudnya ialah sengaja diurus sepanjang tahun untuk dimaksud memperoleh susu, daging dan hasil perkembangbiakannya. Ternak gembalaan iadalah ternak yang memperoleh makanan di lapangan penggembalaan terbuka
  4. Tidak dipergunakan untk keperluan pribadi pemiliknya dan tidak pula dipekerjakan seperti untuk membajak, megairi tanaman, alat transportasi dsb

Sedangkan untuk Usaha Ternak (ayam, bebek, burung, sapi), ikan dll, Nishabnya tidak ditetapkan berdasarkan jumlah (ekor) sebagaimana peternakan, tetapi karena kegiatan ini merupakan kegiatan usaha perdagangan, maka nishabnya sama dengan harta perniagaan, yaitu 94 gram emas. Nishab usaha ternak unggas atau perikanan dihitung berdasarkan aset usaha. Apabila seseorang berternak unggas atau ikan dan pada akhir tahun (tutup buku) ketika dijumlahkan berdasarkan rumus perhitungan zakat perniagaan hasilnya setara dengan 94 gram emas, maka ia telah terkena kewajiban zakat sebesar 2,5%. Kandang dan alat-alat peternakan tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati karena tidak diperjualbelikan.