Baitul Mal Kota Banda Aceh Silaturahmi ke Pendopo Walikota

Banda Aceh – Baitul Mal Kota (BMK) melakukan kunjungan ke Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (22/08/22). Pertemuan yang disambut hangat oleh Pj. Walikota Bakri Siddiq dihadiri oleh Kepala Sekretariat, Ketua Badan dan Dewan Pengawas (Dewas) Baitul Mal Kota Banda Aceh beserta seluruh anggotanya.

Diskusi dibuka oleh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bachtiar, S.Sos. Ketua Dewas Anwar Yusuf mengatakan rombongan BMK hadir untuk bersilaturahmi dan audiensi dengan Pj. Walikota. Anwar membuka diskusi dengan memperkenalkan setiap anggota yang hadir dan memaparkan progam yang sedang berjalan di tahun 2022. Selain itu, Anwar juga memperkenalkan aplikasi digital Baitul Mal Kota Banda Aceh.

“Untuk tahun 2022, kita sedang membangun 7 unit rumah dhuafa dari 20 unit yang telah kita rencanakan. Selain itu, Baitul Mal Banda Aceh juga sudah mempunyai aplikasi digital dalam mempermudah proses penyetoran zakat. Kita juga berharap kepada bapak Wali kedepan bisa berzakat ke Baitul Mal agar dapat kita bangkitkan sadar zakat di Kota Banda Aceh ini” Ucap Anwar.

Dalam sambutannya Pj. Walikota Bakri Siddiq mengaku sengat terharu bisa dikunjungi oleh rombongan BMK. Ia juga mengatakan semenjak di Banda Aceh banyak sekali melihat keunikan dalam penerapan syariat Islam terutama dalam hal zakat.

“Saya melihat banyak sekali keunikan di Aceh dan di Kota Banda Aceh secara khusus, disini, zakat dipotong langsung dari pendapatan ASN,mungkin ditempat lain hanya berupa himbauan saja, masyarakat kadang ada yang membayar dan ada yang tidak membayarkan zakatnya. Sedapat mungkin apa yang menjadi masukan dari bapak akan kami tindaklanjuti” Kata Bakri.

Disamping itu, Ketua Badan BMK Banda Aceh Asqalani juga menambahkan perlu adanya Perwal atau himbauan dari Walikota untuk membayar zakat ke Baitul Mal Banda Aceh. Ia juga memperkuat pernyataan Anwar mengenai digitalisasi zakat.

“Salah satu strategi yang kita jalankan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam membayar zakat adalah dengan hadirnya aplikasi digital BMK. Dalam aplikasi ini selain dapat memudahkan muzakki dalam menyetorkan zakat, masyarakat juga bisa melacak penerima atau mustahik zakat. Jadi kedepan bisa dilihat langsung sesuai nama, alamat dan jenis bantuan yang telah diberikan”.

Selain memaparkan mengenai perkembangan pengelolaan zakat dan digitalisasi zakat, pertemuan ditutup dengan pemaparan yang disampaikan oleh Anggota Badan Suria Darma. Ia mengatakan bahwa pembangunan muallaf center di Kota Banda Aceh sangat penting. Pihak BMK Banda Aceh berharap agar kedepan muallaf  center dapat dibangun dengan harapan agar menjadi pusat terpadu bagi muallaf dalam hal penguatan akidah dan ekonomi. (MW)