Lirik Potensi Zakat di Bank Swasta, Baitul Mal Kota Banda Aceh Sosialisasi ke Maybank

BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh melakukan kunjungan silaturahmi ke Maybank Banda Aceh. Kunjungan tersebut bertujuan untuk audiensi  sekaligus sosialisasi tentang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada seluruh karyawan bank swasta tersebut, Jumat (7/10/2022)..

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Wahyudi S.STP, M.Si, Anggota Badan BMK Banda Aceh, Muzakkir Hanka, S. Ag dan Abdul Munir, S. Kom, serta Tenaga Profesional BMK, Muhammad Yasir, S. HI, Muhammad Ayyatullah, SH, Prillycia Rivina SH, dan Masyitah Rivani, S.Sos. I.

Anggota Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Muzakkir Hanka memaparkan berdasarkan hasil assessment yang telah dilakukan Baitul Mal potensi zakat diluar zakat Aparatur Sipil Negara di Banda Aceh yakni sebesar Rp 30 Miliar, tentu di dalamnya termasuk bank swasta Maybank ini.

“Kedatangan kami kemari, karena merasa terpanggil untuk mensosialisasikan tentang ZIS  di sini. Saya banyak membaca berita dan melihat di sosial media bahwa Maybank dengan dana CSR nya banyak  membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata Muzakir. 

“Mungkin kita memiliki kesamaan dalam hal kemanusiaan. Kami mengharapkan hasil pertemuan ini harus ada sesuatu yang didapatkan. Kami mohon sudikiranya untuk menyisihkan zakat atau infaknya ke kami,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Sekretariat BMK, Wahyudi mengatakan, Kalau misalkan selama ini Maybank menyalurkan zakatnya atau infaknya sendiri mungkin yang diperuntukkan untuk orang-orang itu saja. “Jadi makanya kami sebagai pengelola ZIS ini mengupayakan agar penerimanya merata di seluruh Kota Banda Aceh. Bentuk transparansi Baitul Mal juga dapat dilihat dengan mendownload aplikasi Baitul Mal Kota Banda Aceh, di situ jelas masyarakat dapat melihat Baitul Mal telah menyalurkan zakatnya kepada siapa saja dengan besaran uang berapa,” papar Wahyudi.

Ia juga menambahkan, selama ini dalam mengelola ZIS BMK Banda Aceh mengedepankan amanah dan kepercayaan muzaki. “InsyaAllah kita selalu menjaga amanah dari para pengusaha atau ASN yang mempercayakan zakatnya kami kelola di Baitul Mal. Zakat yang mereka tunaikan pada kami sepenuhnya kita salurkan kembali kepada para penerima, tanpa sepeserpun kami ambil untuk biaya operasional kantor. Karena selama ini gaji pegawai dan biaya operasional kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh seluruhnya ditanggung oleh APBK,” jelas Wahyudi di hadapan para karyawan Maybank.

Kemudian untuk kerjasamanya, lanjut Wahyudi, pihak Baitul Mal nantinya bersedia untuk membuat perjanjian baik dalam bentuk MoU atau sebagainya. “Intinya Baitul Mal Kota Banda Aceh siap bekerjasama dengan Maybank,” tukasnya.

Sementara Anggota Badan Baitul Mal, Abdul Munir menambahkan, pada Baitul Mal Kota Banda Aceh, ada enam senif yang kami berikan zakat. Salah satunya muallaf, di Banda Aceh kami berikan zakat kepada mereka langsung setelah mereka bersyahadat dan kami juga lakukan pembinaan. 

“Tentunya banyak yang perlu kami ajak kerjasama dengan Maybank, apabila kerjasama ini terlaksana kami akan mengajak salah satunya pembentukan  muallaf centre. Cara kami memberikan bantuan pun kami mengupayakan tidak tumpang tindih, verfikasi datanyang kami lakukan juga berlapis, selain itu kami juga melakukan monitoring dan evaluasi,” tutup Abdul Munnir.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh pihak Maybank dengan banyaknya tanya jawab tentang ZIS. Pihaknya juga memaparkan Maybank memang selama dua tahun ini menyalurkan dana CSR kepada orang yang membutuhkan tetapi tidak bertemu langsung dengan si penerima. Mungkin insyaAllah ke depan, karena  memang sama-sama niatnya untuk menyalurkan kepada yang membutuhkan jadi kita bisa bersinergi untuk penyaluran dana CSR.(MR)