Anggota DPRK, Sabri Badruddin Setor Zakat Niaga ke Baitul Mal Kota Banda Aceh

Anggota DPRK, Sabri Badruddin Setor Zakat Niaga ke Baitul Mal Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Sabri Badruddin ST, menyetorkan zakat melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh, Jumat (19/2/2021) yang diterima oleh Tenaga Professional Baitul Mal Kota Banda Aceh, Azhari S. HI

Zakat yang disetorkan langsung oleh Sabri Badruddin ke Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh ini merupakan zakat perniagaan milik isterinya Tjut Ika Mauliza yang beralamatkan di Jalan Dr Syarief Thayeb No 38A Lambhuk, Banda Aceh.

 “Kami sangat bahagia telah menunaikan kewajiban kami yang diperintahkan oleh agama. Tidak ada alasan untuk tidak menyalurkan zakat dari rezeki yang telah Allah titipkan kepada kami. Apalagi kewajibannya hanya 2,5 persen dari rezeki yang kita diperoleh,”  kata Tjut Ika Mauliza saat dihubungi tim Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Isteri orang nomor 1 di DPD Partai Golkar Banda Aceh ini menjelaskan, zakat ini merupakan hasil dari perniagaan mereka @deeka_house.  Selain kewajiban menunaikan zakat yang sudah  ditunaikan, setiap lima persen dari pembelian costumer mereka sisihkan dan dijadikan sedekah untuk Gerakan Jumat Berbagi. “Kami berniaga ini niatnya sambil bersedekah,” ucap Tjut IKa.

Tjut Ika pun mengajak seluruh orang-orang kaya yang berada di Banda Aceh untuk dapat menyisihkan sebagian hartanya dan menunaikannya ke lembaga resmi dan terpercaya Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP, M.Si menjelaskan zakat perdagangan yang ada dalam wilayah Kota Banda Aceh memiliki potensi cukup besar, namun disayangkan tidak semua pedagang menyetorkan zakatnya kepada lembaga resmi.

“Masyarakat kita terbiasa dengan menyetor zakat ke kampung halaman secara komsumtif, padahal konsep seperti ini akan membuat mustahiq (penerima zakat) tidak akan berkembang,” ujar Azhari

Ia mengharapkan, kepada para pedagang yang melakukan kegiatan usahanya dalam wilayah Kota Banda Aceh dapat menunaikan zakat terhadap hasil usahanya kepada Baitul Kota Banda Aceh agar dikelola secara profesional dan berkembang untuk mengubah kehidupan masyarakat fakir miskin.

“Tenaga Profesional Baitul Mal Kota Banda Aceh juga siap dipanggil ketempat untuk menghitung zakat dari berbagai potensi yang ada,” tutup Wahyudi.(MR)