Dua Srikandi Anggota Parlemen DPRK Kota Banda Aceh Hadir ke Baitul Mal

Dua Srikandi Anggota Parlemen DPRK Kota Banda Aceh Hadir ke Baitul Mal

Banda Aceh - Anggota Komisi I dan IV DPRK Banda Aceh Syarifah Munira dan Hj Kasumi Sulaiman mengunjungi kantor Baitul Mal Sabtu (23/04/22) untuk menyalurkan Zakat ke Baitul Mal Kota Banda Aceh. 

Kunjungan ini disambut oleh Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh Asqalani didampingi oleh Kepala Sekretariat Wahyudi serta Anggota Badan Hj Aisyah M. Ali, Suria Darma dan Muzakir Hanka.

“Alhamdulillah di hari ke 817 Kota Banda Aceh, kita kedatangan tamu istimewa. Anggota parlemen perempuan, yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh. Hari ini kita ingin sedikit berbincang dan mengobrol dengan ibu” Ungkap Asqlani.

Disamping menyalurkan zakat ke Baitul Mal, dua srikandi anggota parlemen DPRK Kota Banda Aceh ini juga melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pelaksana tugas fungsi pelayanan serta fasilitas yang dimiliki oleh Baitul Mal. 

 

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab ini, Kasumi dan Syarifah berdialog semberi melihat fasilitas yang tersedia untuk tercapainya pelaksanaan tugas berdasarkan target zakat yang telah ditentukan. 

Kasumi mengatakan ikut prihatin melihat kondisi kantor Baitul Mal, menurutnya tempat menyimpan harta agama harusnya terfasilitasi dengan baik.

“Tadi kita sudah dengar bagaimana kondisi kantor, sebelumnya saya tidak begitu prihatin karena saya pikir ini tempat duit disimpan. Mungkin ada yang dapat disisihkan sekian persen untuk operasional. Tapi melihat kondisi sekarang dengan fasilitas yang sangat minim saya ikut prihatin. Kedepan perlu adanya perubahan-perubahan. Barangkali kedepan siapa komisi di DPRK  yang bermitra dengan Baitul Mal bisa menaruh pokirnya disini” Ujarnya.

Selain itu, Syarifah Munira mengungkapkan keprihatinan yang sama melihat kondisi kantor gedung Baitul Mal Kota Banda Aceh.

“Saat saya melangkahkan kaki ke Baitul Mal Kota Banda Aceh ini jauh dari perkiraan saya yang berpikir sebagai salah satu lembaga yang mengumpulkan zakat dan mendatangkan PAD untuk pemerintah Kota Banda Aceh, dalam bayangan saya kantornya sudah representatif. Tapi bagaimana karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan berpikir jernih kalau fasilitasnya masih minim” ujarnya.

Syarifah juga menambahkan dengan usia kota Banda Aceh yang sudah mencapai 817 tahun, kota yang sudah tua yang seharusnya sebagian besar masyarakatnya sudah sejahtera. Meskipun yang tercatat dalam data BPS angka kemiskinan Kota Banda Aceh menurun, namun fakta di lapangan masih banyak warga yang mengeluh akan keterbatasan materi.

Ia menghimbau kepada masyarakat, yang punya kemudahan dan kemampuan materi  agar membuka hati dan berempati kepada masyarakat, untuk menyalurkan zakat  ke Baitul Mal Kota Banda Aceh.

“Ayo kita salurkan zakat kita, kalau selama ini mungkin bawa pulang ke kampung salurkan sendiri, tapi Baitul Mal punya program yang strategis, mereka tau kemana zakat harus dibawa dan kepada siapa saja disalurkan. Baitul Mal juga punya database yang luar biasa. Dan sudah mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Jadi percayakanlah harta Anda ke Baitul Mal Kota Banda Aceh. ini tempat kita yang semestinya kita membayar zakat”

Bayar zakat tidak mesti harus langsung datang ke kantor Baitul Mal, namun juga dapat membayar melalu fitur aplikasi yang tersedia, tutup Syarifah. (MW)