Baitul Mal Kota Gelar Sosialisasi Perwal BMG di 9 Kecamatan Banda Aceh

Baitul Mal Kota Gelar Sosialisasi Perwal BMG di 9 Kecamatan Banda Aceh

BANDA ACEH - Baitul Mal Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Peraturan Walikota Banda Aceh tentang Struktur Organisasi Tata Kelola Baitul Mal Gampong (BMG) pada sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh. Acara sosialisasi akan berlangsung selama sembilan hari di masing-masing kecamatan terhitung Senin tanggal 22 November  sampai tanggal 7 Desember 2021.  

Senin (22/11/2021) sosialisasi tersebut diawali di Kecamatan Kuta Raja. Acara dibuka Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, S.TH, M. H. 

Asqalani mengatakan, sosialisasi itu bertujuan untuk memperkuat kerja BMG sebagai lembaga yang profesional. 

"Keberadaan BMG menjadi sangat penting dalam pengelolaan zakat, infak, dan harta agama lainnya. Dalam hal pendistribusian kami yakini jika diserahkan kepada BMG akan tersalurkan secara tepat sasaran," kata Asqalani.

Asqalani dan seluruh Komisioner Kota Banda Aceh mendukung penuh langkah pembentukan BMG di setiap gampong.

"Belum semua gampong di Banda Aceh memiliki Baitul Mal Gampong. "Mudah-mudahan, ke depan semua gampong di Banda Aceh memiliki BMG yang dapat mengelola dan menyalurkan zakat secara tepat," tambah Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Abdul Munir saat  pemaparan materi Sosialisasi Peraturan Walikota Banda Aceh tentang SOTK Baitul Mal Gampong di Kecamatan Kuta Raja.

Pada tahun ini, menurutnya, Baitul Mal Kota Banda Aceh fokus untuk mengaktifkan dan melaksanakan bimbingan teknik setiap BMG yang ada di 9 kecamatan.

 Sementara Sosialisasi hari ke-2 dilaksanakan di Kecamatan Kuta Alam. Acara Sosialisasi Peraturan Walikota Banda Aceh tantang BMG itu dihadiri Keuchik, Sekdes, dan Imum Gampong di wilayah Kecamatan Kuta Alam, Rabu (24/11/2021).

Acara sosialisasi tersebut berjalan lancar. Suasana antusiasme peserta sosialisasi tampak pada sesi tanya jawab, mereka bertanya hal-hal yang selama ini masih menjadi kendala dalam pengembangan BMG.  

Imum Gampong Lamdingin, Miksalmina contohnya. Pada kesempatan itu ia menanyakan apakah ada regulasi yang mengatur dan mengikat untuk para pengusaha atau pebisnis yang mencari rezeki di wilayah Lamdingin Banda Aceh wajib menyerahkan zakat mal nya ke BMG. Karena selama ini yang terjadi kebanyakan dari pengusaha itu membawa pulang zakatnya ke kampung masing-masing.

Pertanyaan itu dijawab oleh Suria Darma selaku Komisioner BMK, Suria mengatakan, sudah ada aturan yang dituangkan dalam qanun nomor 10 Tahun 2018 bahwa setiap pengusaha wajib menunaikan atau menyisihkan sebagian dari zakat apabila sudah sampai haul di tempat usaha itu berjalan. "Misalnya usahanya berada di wilayah Kuta Alam Banda Aceh maka wajib ia menunaikan zakatnya di tempat usahanya. Kalaupun pengusaha tersebut membawa pulang ke kampung tetapi ada sedikit penyisihan zakat di tempat usahanya berdiri," papar Suria.

Hal senada juga dikatakan Komisioner Aisyah M Ali, Keuchik, Sekdes bahkan Tengku Imum Gampong merupakan orang yang paling paham kondisi wilayah itu, paling tahu yang mana Muzakki. Maka oleh karenanya Aisyah meminta untuk membangun komunikasi dan memberikan kepercayaan serta transparansi sebagai kunci keberhasilan sebuah BMG. "Semoga berhasil dan dapat memotivasi gampong lain untuk membentuk BMG," harapnya.

Sementara Muzakkir Hanka mengatakan, pada BMG juga diatur tentang harta wakaf dan harta agama lainnya. Muzakkir mengatakan, BMK siap membina dan mendukung sepenuhnya BMG dalam menjalankan dan mengembangkan BMG di Kecamatan Kuta Alam sebagaimana yang telah diperwalkan.

"Kami berkomitmen untuk mendukung dan mengaktifkan Baitul Mal Gampong akan kita bina mulai dari manajemen, fikih zakat, strategi pengembangan, dan regulasi harta wakaf dan agama lainnya," ucap Muzakkir.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Kota Baitul Mal  Banda Aceh, Wahyudi S. STP, M.Si ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sosialisasi Perwal BMG tahun ini untuk 90 BMG di 90 gampong pada 9 kecamatan di Banda Aceh. 

"Output dari kegiatan ini adalah menjadikan BMG sebagai contoh lembaga amil zakat yang profesional. "Namun, yang paling utama adalah meningkatkan kesejahteraan ummat melalui optimalisasi zakat dan infak," ujar Wahyudi.

Adanya kegiatan sosialisasi Peraturan Walikota Banda Aceh tentang SOTK Baitul Mal Gampong ini juga  koordinasi dan penyamaan persepsi antara Baitul Mal Banda Aceh dengan BMG dalam program dan kegiatan zakat, infak, dan harta agama. Sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal.(MR)