Baitul Mal Kota Banda Aceh Gelar Rapat Perdana dengan 15 Tenaga Profesional Terpilih

BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh melaksanakan rapat perdana dengan belasan tenaga professional untuk tahun 2020-2025 di Kantor Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Kamis (1/10). Pembekalan ini diikuti oleh 15 tenaga professional dan dihadiri Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, beserta jajarannya dan seluruh Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Akbar Mirza mengatakan, terhitung 1 Oktober 2020, Tenaga Professional Baitul Mal Kota Banda Aceh mulai berkantor di Kantor Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh di Jalan Malem Dagang, Keudah, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Ke-15 orang tenaga professional ini akan mengikuti seluruh aturan sesuai dengan peraturan Pemerintah Kota Banda Aceh.

?Kepada 15 tenaga professional  Baitul Mal Kota Banda Aceh kami ucapkan selamat bergabung di kantor ini, semoga saling membantu dalam mencapai target yang sudah diamanahkan kepada kita tahun ini,?ujar Akbar.

Tenaga Profesional Baitul Mal ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya peningkatan jumlah muzakki dan pengentasan kemiskinan melalui program-program Baitul Mal Kota Banda Aceh. 

Sementara untuk mekanisme kerja, Akbar juga menjelaskan, proses evaluasi bagi tenaga professional yang baru ini akan berlangsung seiring berjalannya waktu. Nantinya akan ada evaluasi bulanan yaitu evaluasi per enam bulan, dan juga evaluasi kerja tahunan, per satu tahun.

Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani mengatakan, Lembaga Baitul Mal Kota Banda Aceh adalah sebagai salah satu pilar Islam dan Aceh dengan berlaku syariat Islam harus menjadi role model, apalagi Kota Banda Aceh ini tempat pertama sekali yang akan dikunjungi orang atau lembaga dari provinsi lain untuk belajar bagaimana cara masyarakat Aceh mengelola Zakat Infak Sedekah, sehingga  dapat menjadi solusi bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Belajar bagaimana bentuk transparansi, bagaimana teknologi yang digunakan, bagaimana cara lembaga ini memberitakan, menginformasikan ke masyarakat luas semuanya itu harus mampu diwujudkan, Banda Aceh sebagai Role Model.

?Dan kami meyakini bahwa teman-teman sekalian, tenaga professional terpilih ini yang berangkat dari berbagai latar belakang bisa saling melengkapi, membantu dalam melaksanakan tugas ini,?kata Asqalani.

Menurutnya, langkah yang paling utama yang harus dilakukan oleh tenaga professional terpilih ini adalah dengan cara menumbuhkan kecintaan ke lembaga ini, selanjutnya tambahnya bila sudah mewujudkan lembaga ini seperti rumah kedua yang yang disenangi, disayangi, maka akan terbentuk tim yang solid, tim yang saling mensupport satu sama lain, sehingga lembaga ini akan menjadi lembaga yang kuat, lembaga yang mengedepankan pelayanan maksimal dan lembaga yang dapat menyentuh hati para muzakki sehingga mempercayai Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai sarana penyaluran zakat mereka.

Selain itu, Anggota Komisioner Baitul Mal Banda Aceh, Aisyah Ali menambahkan, berangkat dari latar belakang pendidikan dan background kerja tenaga professional yang terpilih ini, ia meyakini Baitul Mal ini akan menjadi lembaga yang kuat dan hebat. ?Tugas kita member penerangan, member ilmu, sekaligus informasi kepada para muzakki sehingga kita bisa hebat mengumpulkan dan menyalurkan zakat infak dan sedakah ini bagi yang berhak,? pungkasnya.

Senada dengan Aisyah Ali, Anggota Komisioner lainnya, Suria Darma dan Muzakkir Hanka juga mengatakan, tenaga professional terpilih ini adalah para pejuang zakat, insyaAllah akan mampu mengetuk pintu hati muzakki. ?Kalau kita sudha berniat untuk menyenangkan hati para mustahiq zakat, maka Allah akan memudahkan dan member jalan bagi kita untuk mengetuk pintu hati muzakki,? tutupnya.(MR)