Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE Ak MM menyalurkan zakat bagi senif fi sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah) senilai Rp 1,7 miliar kepada 831 penerima. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Pendopo Walikota Banda Aceh yang turut disaksikan oleh Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, S. TH, MH, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP, M. Si, serta seluruh pejabat di lingkungan Baitul Mal Kota.
“Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Baitul Mal Kota Banda Aceh yang telah berhasil berkoordinasi dan membangun kesepahaman tentang pentingnya membayar zakat secara luas kepada masyarakat di Kota Banda Aceh bahkan di luar Kota Banda Aceh. Sehingga hari ini kita dapat melihat hasilnya dan ikut menyaksikan penyerahan secara simbolis dana zakat untuk balai pengajian, tajhiz mayat, dan majelis taklim, yang ada di Kota Banda Aceh,” kata Walikota Aminullah Usman saat membuka acara penyaluran zakat senif fi sabilillah kemarin (16/12/2021).
Menurutnya, bahwa ini adalah merupakan salah satu dari sekian banyak wujud konstribusi yang telah diberikan Baitul Mal kepada warga Kota Banda Aceh, sungguh sangat membantu masyarakat kota.
“Kami berharap mudah-mudahan bantuan untuk balai pengajian, tajhiz mayat, dan majelis taklim yang kita serahkan pada hari ini dapat membantu meningkatkan kualitas “beut-semeubeut” baik di balai pengajian, maupun majelis taklim. Keberadaan balai pengajian maupun majelis taklim di Banda Aceh menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah kota dalam membumikan nilai – nilai Islam di Banda Aceh” ujar Walikota.
Aminullah juga berharap, agar eksistensi balai pengajian dan majelis taklim di Banda Aceh terus ada sepanjang masa, nilai – nilai Islam terus berdenyut dan menjadi pondasi peradaban geumilang di kota ini.
“Kami dalam hal ini Baitul Mal Kota Banda Aceh memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjawab kepercayaan masyarakat yang membayar zakatnya melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh. Pemko memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan pemasukan ZIS serta pendistribusian yang tepat sasaran,” terangnya.
Aminullah juga menambahkan, sampai saat ini Pemko terus melakukan berbagai upaya dan sosialisasi agar para muzakki sadar zakat, Ia bersama Baitul Mal Kota Banda Aceh akan terus berupaya keras meyakinkan para wajib zakat untuk menyetorkan zakatnya ke badan zakat resmi yakni Baitul Mal Kota Banda Aceh.
“Kalau bisa seluruh zakatnya orang wajib zakat disetor ke Baitul Mal karena melalui lembaga ini penyaluran dana zakat akan lebih baik dan tepat sasaran dan berkesesuaian dengan program-program yang dimiliki Pemko seperti beasiswa, rumah duafa, bantuan bagi fakir miskin, dan uzur, pelatihan skill bagi pemuda yang putus sekolah dan kurang mampu, serta penyerahan bantuan kepada rumah ibadah, balai pengajian, tajhiz mayat, dan majelis taklim seperti yang kita lakukan hari ini,” pungkas Aminullah.
Dalam kesempatan yang sama, Asqalani menyampaikan, kepada 831 penerima zakat senif fi sabilillah ini masing-masing mendapatkan Rp 2,5 juta untuk majelis taklim dan tajhiz mayat dan Rp 1,5 juta untuk balai pengajian dengan jumlah zakat yang disalurkan untuk senif ini sebesar Rp 1.7 miliar lebih.
“Itu artinya sampai dengan triwulan keempat Baitul Mal Kota Banda Aceh telah menyalurkan zakat sebesar Rp 12 miliar,” sebut Asqalani.
Asqalani berharap, dengan zakat ini akan terus menumbuhkan semangat penerima manfaat untuk menjaga kemaslahatan agama. Untuk menjaga agama ini apalagi mengajarkan anak-anak pengajian dan mengajarkan orang-orang melakukan fardhu kifayah di gampong.
“Oleh karenanya kami minta didoakan oleh Bapak/Ibu yang menerima zakat hari ini agar semakin banyak lagi orang-orang wajb zakat berkenan menyalurkan zakatnya melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh. Karena dalam hal ini juga akan meningkatkan pendapat asli daerah dan juga tentunya akan semakin banyak pula yang bisa kita bantu,” tutupnya.(MR)
