BANDA ACEH – Sekita 40-an pelajar dan dewan guru SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe mengunjungi Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh. Kedatangan mereka, Kamis (17/3/2022) bertujuan mengetahui secara langsung pengelolaan Zakat Infaq dan Sedekah oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Kunjungan pagi tadi, disambut hangat oleh Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, S.TH, MH dan tiga anggota Badan BMK, Dra, Hj Aisyah M Ali, M.Pd, Abdul Munir, S.Kom, dan Suria Darma, S.Pd.I, serta Kasubbang Umum BMk, Siti Rahmanidar, SE.
Salah seorang dewan guru, Angkasah mengatakan, maksud tujuan kedatangan mereka ke Baitul Mal Kota Banda Aceh, mau mengetahui lebih langsung, bagaimana pengelolaan ZIS di Baitul Mal Kota Banda Aceh.
“Apalagi di zaman digital seperti sekarang ini, dimana kita sudah bisa mengakses semua aplikasi melalui internet, begitu juga dengan aplikasi bayar zakat misalnya. Nah untuk kejelasan lebih lanjut maka ada baiknya kami mengajak anak-anak kami ini belajar langsung dari Bapak-bapak yang mengelola zakat saat ini di Baitul Mal Kota Banda Aceh,” ujar Angkasah yang juga seorang guru agama ini.
Menurutnya, banyak penilaian penting mengapa mereka memilih Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai tujuan mempelajari pengelolaan dan pendistribusian ZIS, salah satunya, Baitul Mal Banda Aceh merupakan rujukan dari semua Baitul Mal Kab/Kota lainnya. Bahkan Baznas dari provinsi lain juga berkunjung ke Banda Aceh ini.
Sementara Ketua Badan, Asqalani menyambut senang para dewan guru dan pelajar SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe.
Asqalani bercerita pengalamannya sebelum bekerja di Baitul Mal Kota, ia sempat bekerja di sebuah yayasan yang di dalamnya juga menaungi Sekolah Sukma Bangsa.
“Karena bekerja di yayasan tersebut, beberapa tahun lalu, saya pernah beberapa kaliberkunjung ke Sekolah Sukma Lhokseumawe dan Bireuen. Saya melihat sekolah ini penuh kegiatan yang membawa manfaat besar kepada peserta didik.
“Hari ini saya kembali bertemu dengan adik-adik, saya merasa sangat senang. Meskipun kita bertemu disela-sela jadwal kami yang sangat padat dengan kegiatan kantor,” papar Asqalani.
Asqalani menjelaskan, Baitul Mal Kota Banda Aceh adalah sebuah tempat penyimpanan, pengelolaan, dan pendistribusian ZIS daripada ASN di Kota Banda Aceh dan para Aghnia (orang- orang kaya) di kota ini.
“Di sinilah kami berusaha mengelola ZIS sebaik mungkin dan kami menjadi fasilitator antara para muzakki (orang wajib zakat) dengan si mustahik (orang yang berhak menerima zakat) untuk menerima zakat melalui pendistribusian kami,” terang Asqalani
“Hendaknya Baitul Mal Kota Banda Aceh ini bisa menjadi solusi untuk berbagai orang. Tidak hanya fakir miskin, tetapi mereka yang sedang membangun usahanya dan ingin mengembangkan usahanya, kami fasilitasinya dengan cara memberi modal usaha,” sambung Asqalani.
Senada dengan Asqalani, Abdul Munir dan Aisyah M Ali berharap, Baitul Mal Banda Aceh ini terus menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lainnya dalam pengelolaan, pengembangan dan pendistribusian ZIS.
“Alhamdulillah dua tahun berturut-turut Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penghargaan BAZNAS AWARD sebagai pendistribusian ZIS terbaik se-Indonesia dan sebagai Walikota pendukung pengembangan zakat terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

Pertemuan Baitul Mal Kota Banda Aceh dan pelajar SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe ini berlangsung meriah dan mengalir apa adanya, banyak sekali pelajar yang tertarik melakukan tanya jawab, di antaranya pertanyaan dari Cut Zahra, ia mempertanyakan bagaimana pengelolaan zakat melalui mobile banking, juga pertanyaan darinya apabila seorang pelajar belum punya penghasilan apakah wajib zakat atau bila belum adakah cara lain untuk berbagi sesama untuk mencari pahal di Sisi Allah.
Pertanyaan Cut Zahra dijawab langsung oleh Abdul Munir, insyaAllah Baitul Mal Kota secepatnya mempunyai aplikasi sendiri untuk memudahkan para Aghnia untuk berzakat atau pun berinfaq dan bersedekah.
Pertanyaan kedua juga dijawab langsung oleh Ketua Badan BMK, menurut Asqalani, bila pelajar SMP yang belum mencapai nishab zakat dan ingin memperoleh pahala karena berniat membantu orang fakir miskin sangat diperbolehkan mencari pahala dengan cara berinfaq maupun bersedekah.
Tak lupa pula, Aisyah M Ali, mengingatkan, para pelajar ini untuk menyiarkan kepada orang tua mereka masing-masing pentingnya berzakat dan mengajak orangtuanya untuk berzakat ke Baitul Mal.(MR)
